Sumbawanews.com,- Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic menghentikan akses sejumlah ilmuwan yang memanfaatkan model Claude untuk mengembangkan potensi senjata biologis. Penyalahgunaan ini terdeteksi melalui sistem keamanan internal perusahaan pada Mei 2026, termasuk permintaan instruksi untuk melakukan penelitian gain-of-function pada virus Chikungunya, flu burung, dan optimasi peptida racun bisa. Anthropic juga menemukan penggunaan Claude untuk keperluan pengawasan, eksploitasi perangkat lunak, dan propaganda. Perusahaan memblokir akun pelaku dan memperkuat mekanisme pencegahan, namun tidak mengungkap identitas individu maupun institusi terkait, karena menyadari para pelaku adalah ilmuwan aktif tanpa niat jahat. “Anda tidak akan menemukan orang yang secara gamblang mengatakan akan membuat senjata biologis untuk memusnahkan semua orang seperti di komik,” kata Jacob Klein, Kepala Intelijen Ancaman Anthropic, menekankan kompleksitas dan nuansa dalam upaya deteksi penyalahgunaan.















