Sumbawanews.com,- Marc Marquez mengunggah foto lengan kanannya yang mengalami atrofi otot signifikan, memperlihatkan asimetri jelas antara sisi kanan dan kiri tubuhnya, memicu reaksi luas di kalangan penggemar dan sesama pembalap MotoGP. Cedera ini berawal dari tabrakan dengan Marco Bezzecchi di Grand Prix Indonesia 2025, yang memaksa Marquez menjalani tujuh kali operasi, termasuk yang terakhir pada Mei lalu. Dokter bedahnya, Dr. Samuel Antuna, menyatakan otot bisep kanan Marquez kini hanya berfungsi sekitar 50 persen, membuatnya balap seolah dengan “satu setengah lengan”.
Jorge Martin, pemimpin klasemen sementara MotoGP, mengaku terkejut melihat foto itu di Instagram. Ia mengakui bahwa cedera adalah bagian tak terpisahkan dari balap motor. “Ini adalah olahraga kami. Kami semua memiliki [cedera] yang berbeda,” ujar Martin. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sendiri pernah meminta rekomendasi dokter kepada Marquez saat mengalami cedera tulang selangka dan skafoid—dan Marquez memberikan kontak dokter yang pernah menanganinya pada operasi ibu jari tahun 2023 dan bahunya musim dingin lalu.
Marco Bezzecchi, yang terlibat dalam insiden tabrakan yang memicu cedera Marquez, turut memberi respons. Ia menegaskan bahwa cedera adalah konsekuensi alami dari MotoGP. “Sayangnya, ini adalah MotoGP. Ini yang kami suka lakukan, tetapi olahraga kami berbahaya, jadi semua orang terluka.”
Kedua pembalap itu, yang masing-masing pernah mengalami cedera serius, mengakui betapa ekstremnya tekanan fisik yang dituntut oleh olahraga ini—dan betapa luar biasanya ketahanan Marquez dalam bertahan di lintasan meski tubuhnya telah mengalami kerusakan mendalam.















