Sumbawanews.com,- Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengungkapkan bahwa sejumlah alat sensor gempa telah hilang, menjadi kendala serius dalam pemantauan aktivitas seismik. Pengakuan ini disampaikannya dalam forum diskusi ‘Dialektika Demokrasi’ bertajuk ‘Waspada Gunung Berapi, Bagaimana Langkah Mitigasinya?’ yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 10 September 2026. Ida menyebut, banyak sensor—terutama yang berada di lokasi rawan gempa—sudah tidak lagi terdeteksi, dan hal ini sering terjadi karena peralatan diambil atau dihilangkan secara tidak sah. Ia menekankan, sensor-sensor tersebut sangat krusial untuk keselamatan masyarakat, karena menjadi tulang punggung sistem peringatan dini bencana alam. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk ikut menjaga keutuhan peralatan mitigasi bencana yang ada.















