Sumbawanews.com,- Martin Odegaard mencetak gol penentu kemenangan 1-0 atas Napoli di Stadion Diego Maradona, Kamis (10/9) dini hari WIB, dalam laga matchday pertama fase grup Liga Champions 2026/2027. Gol itu menjadi yang keempat bagi kapten Arsenal dalam lima pertandingan di semua kompetisi musim ini, sekaligus membalikkan performa suramnya di musim sebelumnya yang hanya menghasilkan satu gol dan enam assist akibat cedera.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga simbol kebangkitan. Arsenal melepaskan 26 tembakan—jumlah terbanyak dalam satu pertandingan Liga Champions sejak statistik resmi dimulai pada 2003-04—namun hanya satu yang berbuah gol: sepakan akurat Odegaard yang memecah kebuntuan. Napoli, yang sebelumnya jarang menerima tekanan sebesar ini, tak mampu menahan dominasi The Gunners, meski bertahan dengan disiplin.
Mikel Arteta, pelatih Arsenal, mengakui timnya seharusnya bisa menang lebih meyakinkan. “Seharusnya kami bisa meraih hasil dengan cara yang berbeda, mengingat banyaknya peluang yang kami ciptakan,” ujarnya. Namun, ia menekankan pentingnya kontribusi Odegaard: “Martin berkontribusi lewat gol-gol yang berdampak pada hasil pertandingan; itulah yang kami harapkan dari para pemain depan kami, yakni tampil sebagai penentu kemenangan.”
Pemain berusia 27 tahun itu kini menjadi pusat harapan. Mantan bek Premier League Nedum Onuoha menilai Odegaard punya misi pribadi: menjadi kapten pertama Arsenal yang membawa trofi Liga Champions. “Mereka memiliki urusan yang belum tuntas di Liga Champions. Dia ingin menjadi kapten Arsenal pertama yang mengangkat trofi tersebut,” kata Onuoha dikutip dari BBC Sport.
Dengan empat gol dalam lima laga, Odegaard tidak hanya memperbaiki catatan pribadinya, tetapi juga mengangkat level Arsenal di kancah Eropa. Jika konsistensi ini berlanjut, kebangkitannya bisa menjadi kunci utama dalam perjalanan The Gunners menuju gelar Eropa yang telah lama ditunggu.















