Sumbawanews.com,- Inter Milan menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada Rabu (9/9/2026) dini hari WIB, dalam laga pembuka Liga Champions 2026/2027, sekaligus berusaha mengakhiri catatan buruk tanpa kemenangan selama enam dekade di kandang sang tuan rumah. Nerazzurri datang sebagai juara bertahan Serie A dengan tiga kemenangan beruntun di liga domestik, sementara Real Madrid berusaha bangkit setelah dua tahun tanpa gelar dan baru saja kalah dari Real Betis pekan lalu. Meski unggul secara statistik, Inter harus menghadapi tekanan sejarah: lima pertemuan terakhir melawan Madrid di semua kompetisi berakhir dengan kekalahan, dengan hanya dua gol dicetak dan 11 gol kebobolan. Kemenangan terakhir Inter di Bernabeu terjadi pada 1966/1967, saat mereka menang 2-0 di leg kedua perempat final—sejak itu, tak satu pun tim asal Italia yang mampu menang di markas Los Blancos.
Pelatih Inter Cristian Chivu mengakui betapa beratnya tantangan di Bernabeu. “Tidak mudah bermain di Bernabeu. Inter sudah 60 tahun tidak menang di sini,” ujarnya dikutip Football Italia. Ia menekankan bahwa timnya tidak akan mengubah gaya bermain, meski menghadapi raksasa Eropa yang masih menjadi penguasa Liga Champions. “Kami ingin dominan, kami ingin buktikan bahwa kami lebih baik, dan tidak ada cara pasti untuk menghadapi Real Madrid.”
Real Madrid, yang masih dalam proses adaptasi di bawah asuhan pelatih baru, tidak bisa dianggap remeh. Meski belum menemukan ritme optimal, kehadiran pengalaman, mentalitas juara, dan atmosfer Bernabeu menjadi faktor krusial. Sementara itu, Inter yang tampil solid di Serie A harus membuktikan bahwa mereka mampu melampaui bayang-bayang sejarah—bukan hanya untuk meraih tiga poin, tapi juga menghapus stigma bahwa mereka tak pernah bisa menang di tanah Spanyol ini.
Laga ini menjadi ujian sejati bagi ambisi Inter di Eropa, sekaligus momen balas dendam bagi Real Madrid yang ingin menegaskan kembali dominasinya di panggung tertinggi sepak bola kontinental.















