Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia, David Singleton, menargetkan kemenangan di laga pembuka Asian Games 2026 saat menghadapi tuan rumah Jepang pada 10 September. Kemenangan itu dianggap sebagai fondasi penting untuk melangkah lebih jauh di ajang olahraga terbesar Asia tersebut, setelah itu Indonesia akan menghadapi Korea Selatan pada 11 September dan Arab Saudi pada 13 September.
Singleton mengaku tim telah menjalani persiapan yang baik meski baru kembali dari prakualifikasi FIBA Asia Cup 2029 Ronde 1 di Seremban, Malaysia, yang berhasil membawa Indonesia lolos ke putaran kedua. Meski demikian, ia mengakui ada rasa kekecewaan atas hasil sebelumnya, yang menjadi bahan evaluasi keras sebelum menghadapi tantangan lebih berat di Asian Games. “Target kami adalah memenangkan pertandingan pertama. Itulah target kami. Kami ingin keluar, memenangkan pertandingan pertama, mengawali turnamen dengan catatan 1-0, kemudian melihat sejauh mana kami bisa melangkah dari sana,” ujarnya.
Untuk memperkuat tim, Singleton menambahkan lima pemain baru: Lester Prosper, Abraham Grahita, Vincent Kosasih, Andakara Prastawa, dan Derrick Michael. Menurutnya, kehadiran mereka membawa energi segar dan pengalaman berbeda yang bisa meningkatkan daya saing tim. “Kali ini ada beberapa pemain baru yang bergabung… Saya pikir ini memberi kami kesempatan besar untuk tampil lebih baik,” katanya.
Singleton juga menilai pengalaman dari turnamen sebelumnya membuat tim kini lebih matang dan siap menghadapi lawan-lawan tangguh di level Asian Games. “Sekarang saya merasa kami sudah memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih baik. Kami lebih siap untuk menghadapi turnamen ini dan bersaing di level tinggi untuk Indonesia,” tambahnya.
Namun, kehadiran Marques Bolden, pemain naturalisasi yang kini membela klub Liga Jepang Levanga Hokkaido, tidak bisa direalisasikan karena klub tidak memberikan izin. “Ini situasi yang sulit. Kami tentu ingin memiliki Marques. Dia pemain yang sangat bagus dan sudah memberikan banyak hal untuk negara ini. Sangat disayangkan kami tidak bisa mewujudkannya kali ini,” ujar Singleton.















