Sumbawanews.com,- Pada musim panas 2026, Arsenal memecahkan rekor penjualan klub setelah melepaskan Gabriel Martinelli ke Al-Hilal dengan nilai £60 juta, mengakhiri sembilan tahun rekor lama yang dipegang Alex Oxlade-Chamberlain dan Folarin Balogun. Namun, rekor tertinggi sepanjang sejarah Premier League tetap dipegang Liverpool, yang menjual Philippe Coutinho ke Barcelona senilai £145 juta pada 2018. Di bursa transfer terbaru, Chelsea mencatat rekor penjualan mereka sendiri dengan melepaskan Enzo Fernandez ke Manchester City seharga £125 juta, menyamai rekor Newcastle United yang menjual Alexander Isak ke Liverpool dengan nilai sama. Aston Villa juga mencatatkan lompatan besar dengan menjual Morgan Rogers ke Chelsea seharga £117 juta, sementara Nottingham Forest mengukir sejarah dengan menjual Elliot Anderson ke Manchester City senilai £116 juta. Di luar itu, Tottenham Hotspur memecahkan rekor mereka dengan menjual Harry Kane ke Bayern Munich seharga £100 juta, Brighton melepaskan Moises Caicedo ke Chelsea senilai £100 juta, dan Manchester United masih menyimpan rekor penjualan tertinggi mereka lewat Cristiano Ronaldo yang pindah ke Real Madrid dengan nilai £80 juta. Rekor penjualan lainnya mencakup Dominic Solanke (Bournemouth) dan Bryan Mbeumo (Brentford) masing-masing senilai £65 juta, serta Eberechi Eze (Crystal Palace) dan Romelu Lukaku (Everton) yang masing-masing dibeli dengan harga £68 juta dan £90 juta. Sementara itu, Leeds United mencatat rekor penjualan lewat Raphinha yang pindah ke Barcelona senilai £55 juta, dan Fulham melepaskan Aleksandar Mitrovic ke Al-Hilal dengan nilai £50 juta. Di level lebih rendah, Coventry City menjual Viktor Gyokeres ke Sporting CP seharga £20,5 juta, sementara Sunderland melepaskan Jobe Bellingham ke Borussia Dortmund dengan harga £32 juta. Ipswich Town juga mencatat rekor baru dengan menjual Omari Hutchinson ke Nottingham Forest senilai £37,5 juta, dan Manchester City memecahkan rekor mereka sendiri dengan menjual Savio ke Tottenham Hotspur seharga £85 juta. Semua nilai transfer tersebut mencakup add-ons, sesuai catatan Squawka, dan mengukuhkan Premier League sebagai liga dengan pasar transfer pemain paling dinamis di dunia.















