Sumbawanews.com,- Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau menyebar hingga ke Jakarta pada Minggu, 6 September 2026, memicu kekhawatiran akan dampak terhadap kesehatan pernapasan. Untuk memantau kondisi udara secara real-time, masyarakat dapat memanfaatkan fitur Kualitas Udara di Google Maps, yang kini tersedia di wilayah Jawa.
Fitur ini menampilkan indeks kualitas udara dengan warna-warna yang menunjukkan tingkat pencemaran: hijau untuk kualitas baik, hingga hitam untuk kondisi sangat buruk dengan indeks 300–400 lebih. Pengguna cukup membuka aplikasi Google Maps, mengetuk ikon segi empat bertanda “+” di sudut kanan atas, lalu memilih opsi “Kualitas Udara” di bagian bawah menu. Di versi web, langkahnya serupa dengan mengaktifkan lapisan “Layers” di pojok kiri bawah. Dengan mengetuk titik tertentu di peta, pengguna bisa melihat angka indeks spesifik dan informasi kesehatan terkait kondisi udara di lokasi tersebut.
Data yang ditampilkan berasal dari kerja sama Google dengan lembaga internasional seperti PurpleAir dan National Environment Agency Singapore, serta bersifat real-time. Meski hanya mencakup wilayah Jawa, fitur ini memberikan panduan praktis bagi warga yang ingin menghindari paparan partikel halus abu vulkanik yang berpotensi masuk ke saluran pernapasan.















