Sumbawanews.com,- Gunung Anak Krakatau kini berada pada status Siaga, dengan erupsi aktif yang memicu penyebaran abu vulkanik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk memantau aktivitas gunung melalui sumber resmi, khususnya situs web dan aplikasi MAGMA Indonesia. Platform ini menampilkan peta real-time dengan indikator warna: hijau untuk level normal, kuning untuk waspada, dan oranye untuk siaga, termasuk informasi gerakan tanah dan gempa. Ikon gunung dengan uap di atasnya tidak selalu menandakan erupsi, melainkan hanya menunjukkan status aktivitas berdasarkan analisis Badan Geologi.
Selain MAGMA Indonesia, pemantauan abu vulkanik juga dapat dilakukan melalui akun media sosial resmi BMKG dan aplikasi cuaca bawaan ponsel di wilayah terdampak, yang terkadang menampilkan notifikasi “Abu Vulkanik” atau “Volcanic Ash”. Namun, fitur ini tidak tersedia di semua perangkat, seperti pada iPhone tertentu. BMKG menekankan agar masyarakat tidak percaya informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi resmi, dan selalu mengandalkan data dari PVMBG, Badan Geologi, serta platform resmi BMKG.
Aplikasi MAGMA Indonesia tersedia untuk perangkat mobile, meski tidak semua ponsel kompatibel. Pengguna disarankan mengakses situs webnya sebagai alternatif andal. Informasi terkini tentang pergerakan abu vulkanik penting untuk keselamatan penerbangan, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari di wilayah yang berpotensi terdampak.















