Sumbawanews.com,- Pada Minggu pagi, 6 September 2026, warga Rawalumbu, Kota Bekasi, digegerkan oleh hujan abu vulkanik yang tiba-tiba menutupi teras rumah dan menempel di telapak kaki. Putri, seorang warga setempat, mengaku kaget saat baru berjalan beberapa langkah di luar rumah—telapak kakinya langsung kotor oleh debu yang lebih pekat dari biasanya. Kondisi ini terjadi setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi, dan sebaran abu vulkanik terdeteksi oleh BMKG hingga mencapai wilayah Jabodetabek. Ia pun langsung mengingatkan keluarganya untuk mengurangi aktivitas di luar dan memakai masker jika harus keluar rumah.
Warga lain di sekitar lokasi juga melaporkan hal serupa. Debu yang jatuh terasa lebih tebal dari debu biasa akibat musim kemarau, membuat mereka harus menyapu lebih sering. Putri mendapat informasi tentang erupsi Anak Krakatau melalui media sosial, di mana banyak warganet melaporkan penyebaran abu hingga ke Jakarta dan sekitarnya. Ia pun memilih untuk berhati-hati, menghindari paparan langsung terhadap partikel halus yang diduga berasal dari letusan gunung tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar, penggunaan masker N95 atau KN95 serta kacamata pelindung sangat disarankan, karena partikel abu vulkanik berukuran mikroskopis—lebih kecil dari 2 mikron—dan mampu menembus sistem pernapasan hingga ke alveolus paru-paru. Daryono dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia menjelaskan, abu ini bukan sekadar debu biasa, melainkan pecahan kaca silika dan batuan yang mengandung asam sulfat, asam klorida, serta logam berat. Ketika menempel pada jaringan basah tubuh, senyawa ini bisa memicu iritasi mata, batuk kering, sesak napas, hingga risiko silikosis jangka panjang.
Tidak hanya di Bekasi, sejumlah laporan serupa muncul dari wilayah lain di Jabodetabek, termasuk Jakarta, di mana bahkan Gubernur Anies Baswedan terlihat menulis pesan di mobil berdebu akibat endapan abu. Di sisi lain, penerbangan dari Makassar ke Jakarta juga terdampak, dengan 21 penerbangan mengalami penundaan atau pembatalan. Sementara itu, BMKG terus memantau perkembangan sebaran abu dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.















