Sumbawanews.com,- Juventus akan menghadapi AC Milan pada pekan ketiga Serie A 2026/2027, Senin (7/9) dini hari, di Allianz Stadium, dalam laga yang menjadi salah satu derbi terpanas musim ini. Kedua tim sama-sama masih sempurna setelah memenangi dua laga pembuka, dan pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan ambisinya untuk mendikte jalannya pertandingan. Spalletti mengakui kekuatan AC Milan di bawah asuhan Ruben Amorim, yang telah menunjukkan pola permainan jelas meski baru menjalani dua laga, dengan gaya agresif, langsung, dan cepat dalam serangan balik. Ia memperingatkan timnya untuk waspada terhadap situasi satu lawan satu yang sering diciptakan Milan, sekaligus menekankan bahwa agresivitas lawan bisa menjadi celah jika dimanfaatkan dengan tepat.
Spalletti menilai AC Milan sebagai tim yang sangat terstruktur dan mampu memaksa lawan mengikuti ritme permainan mereka. “Dia adalah pelatih dengan ide-ide yang jelas dan berhasil membangun tim yang kuat. Meski baru dua pertandingan yang dimainkan, Anda sudah bisa melihat pola permainan yang sangat mudah dikenali,” ujar Spalletti dalam konferensi pers jelang laga. Ia menyoroti kecepatan dan verticalitas serangan Rossoneri, yang membuat mereka berbahaya di transisi, terutama saat menyerang balik. Namun, ia yakin Juventus bisa membalikkan dinamika itu dengan kontrol permainan dan kecerdasan taktis.
Dengan dua kemenangan berturut-turut di awal musim, Juventus berada di posisi teratas klasemen dan siap mempertahankan performa impresif mereka. Spalletti menekankan bahwa pertandingan melawan Milan selalu membutuhkan konsentrasi penuh dan intensitas maksimal. “Ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa, karena Juventus melawan Milan adalah laga yang memang harus dimainkan dengan 100 persen kemampuan,” tegasnya. Ia menutup pernyataannya dengan tekad jelas: “Kami akan berusaha mendikte permainan dan menunjukkan keinginan kami untuk meraih kemenangan.”
AC Milan, yang menang 2-0 atas Venezia pada matchday kedua berkat gol Goncalo Ramos, juga datang dengan semangat tinggi. Laga ini bukan hanya soal poin, tapi juga soal kebanggaan dan dominasi di Serie A musim ini.















