Sumbawanews.com,- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan serangkaian langkah darurat untuk menyelamatkan orangutan di Kalimantan Tengah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Saat ini, 21 orangutan telah terdiagnosis menderita ISPA akibat polusi asap, mendorong pemerintah memperkuat operasi penyelamatan satwa liar secara masif. Langkah ini mencakup peningkatan patroli harian, sosialisasi call center 24 jam, dan penyiapan tenaga medis serta peralatan khusus seperti oksigen dan nebulizer.
Kemenhut memperkuat kolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng dan tiga lembaga konservasi utama—Orangutan Foundation International (OFI), Orangutan Foundation United Kingdom (OF-UK), dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF)—untuk mempercepat respons penyelamatan. Masyarakat diminta segera melapor ke nomor call center 081152185000 jika menemukan orangutan atau satwa liar dalam kondisi terancam di sekitar permukiman. Tim rescue akan segera dikerahkan oleh salah satu pihak yang paling dekat lokasi.
Selain itu, setiap pusat konservasi kini telah dilengkapi dokter hewan, dan jika kebutuhan medis melebihi kapasitas lokal, Kemenhut siap mengirimkan tenaga medis dari luar daerah, termasuk dari Jawa. Peralatan penunjang kesehatan seperti tabung oksigen dan nebulizer telah disiapkan untuk menangani gangguan pernapasan pada orangutan. Semua upaya ini bertujuan meminimalisir korban satwa dan memastikan orangutan yang diselamatkan menjalani pemeriksaan kesehatan di pusat rescue sebelum direhabilitasi.















