Home Berita Internasional AS Dituduh Bunuh Anak-Anak, Ketua Parlemen Iran Sebut sebagai “Setan”

AS Dituduh Bunuh Anak-Anak, Ketua Parlemen Iran Sebut sebagai “Setan”

Sumbawanews.com,- Serangan udara Amerika Serikat di Iran pada Selasa malam menewaskan setidaknya 18 orang, termasuk dua anak-anak dan sejumlah warga sipil yang sedang menghadiri pesta pernikahan di wilayah Sirik, Hormozgan. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan empat personel militer gugur dalam serangan di Kermanshah, sementara tiga anggota paramiliter Basij tewas di Pulau Lavan. Pemerintah Provinsi Hormozgan mengonfirmasi nama empat korban sipil: Amir Ali Karimi (4 tahun), Mohammed Mollahi (16 tahun), Kolsoom Mollahi Najhandania (43 tahun), dan Zarkhatoon Taheri (50 tahun).

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam tindakan AS sebagai kejahatan yang tak bisa dibenarkan. Dalam pernyataan di platform X, ia menyatakan, “Jika suatu kekuatan bertindak layaknya Setan, memilih target layaknya Setan, dan membunuh layaknya Setan, maka kekuatan itu adalah Setan.” Ia menyoroti dua insiden berdarah: serangan terhadap pesta pernikahan di Sirik dan serangan sebelumnya di sekolah dasar di Minab yang menewaskan lebih dari 150 orang, sebagian besar anak-anak.

Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) mengirim surat resmi ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC), mendesak penyelidikan independen dan menyatakan serangan itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Surat itu menegaskan bahwa penargetan lokasi sipil—terutama saat acara keluarga—dengan kesadaran akan risiko tinggi terhadap nyawa warga non-combatan, melanggar hukum humaniter internasional dan berpotensi menimbulkan pertanggungjawaban pidana individu berdasarkan Statuta Roma.

Serangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir, dan menjadi serangan terbesar sejak perjanjian tersebut dilanggar.

Previous articleManchester City Gaji Pemainnya Rp12,5 Miliar Pekan, Haaland Puncak Daftar
Next articleGelar Kehormatan Gibran Hilang dalam SK Penyetaraan Ijazah, Roy Suryo Minta Penjelasan