Sumbawanews.com,- Arsenal menutup bursa transfer awal musim 2026/2027 tanpa mendatangkan satu pun penyerang kelas dunia, meski telah melepas Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, dan Leandro Trossard. Kegagalan ini memicu kekhawatiran mendalam terhadap kedalaman dan produktivitas lini serang The Gunners, setelah target utama seperti Vinicius Jr, Morgan Rogers, Bradley Barcola, dan Julian Alvarez semuanya gagal direkrut. Meski klub tetap aktif memperkuat posisi lain, kebutuhan mendesak akan striker elite tetap tak terjawab, membuka risiko besar di tengah persaingan sengit Liga Premier.
Vinicius Jr, yang sempat menjadi incaran paling ambisius, akhirnya memilih memperpanjang kontrak dengan Real Madrid setelah Los Blancos menawarkan paket finansial yang lebih menggiurkan. Sementara itu, Arsenal menolak tawaran £117 juta dari Chelsea untuk Morgan Rogers, bertahan pada valuasi £80 juta yang dianggap terlalu rendah oleh Aston Villa. Bradley Barcola justru bergabung ke Liverpool, sementara Julian Alvarez—yang baru saja mencetak gol dalam laga semifinal Liga Champions 2025/2026 melawan Arsenal di Riyadh Air Metropolitano pada 30 April 2026—tetap bertahan di Atletico Madrid meski Mikel Arteta telah menyampaikan minatnya secara terbuka.
Dengan kepergian tiga penyerang utama, Arsenal kini mengandalkan Christos Tzolis, yang didatangkan dari Club Brugge dengan biaya £34 juta. Pemain berusia 21 tahun itu sempat mencuri perhatian dengan performa impresif di Community Shield melawan Manchester City dan kemenangan 3-1 atas Coventry City di laga pembuka Premier League. Namun, pengalaman dan kualitas level elite yang dimiliki Jesus, Martinelli, dan Trossard belum tergantikan.
Di luar lini depan, Arsenal tetap menunjukkan keseriusan dengan merekrut Bruno Guimaraes (£75 juta) dari Newcastle, Ezri Konsa (£55 juta) dari Aston Villa, serta memermanenkan Piero Hincapie dengan biaya £34,5 juta. Namun, semua upaya ini tak mampu menutupi celah besar di ujung tombak. Kini, beban besar berada di pundak Arteta dan para pemain yang tersisa—jika serangan tak mampu berkembang, kegagalan rekrutmen ini bisa menjadi salah satu keputusan transfer paling dikritik sepanjang musim 2026/2027.















