Sumbawanews.com,- Mantan pengacara Twitter, Stephen Coates, menjadi sosok di balik peluncuran platform baru bernama Twitter.now melalui startup Operation Bluebird pada akhir Agustus 2026. Platform ini menghidupkan kembali nama, logo burung biru, dan identitas khas Twitter yang sebelumnya ditinggalkan setelah Elon Musk mengakuisisi perusahaan pada 2022 dan mengganti nama menjadi X. Coates, yang pernah menangani urusan merek dagang Twitter di masa lalu, mengajukan permohonan ke US Patent and Trademark Office pada Desember 2025 untuk membatalkan hak merek X atas nama “Twitter” dan istilah “tweet”, sekaligus mendaftarkan ulang merek tersebut. Twitter.now kini dalam tahap pengujian awal dan menawarkan sistem kecerdasan buatan bernama VERA yang memeriksa konten, memberikan konteks, serta menghasilkan trust score, memungkinkan pengguna menentukan sejauh mana mereka ingin melihat unggahan yang dinilai menyesatkan. Sementara itu, X menuduh Twitter.now melanggar hak merek dan hak cipta, namun hingga kini belum ada keputusan hukum final dari pengadilan.















