Sumbawanews.com,- Barcelona resmi merekrut Gabriel Jesus dari Arsenal pada bursa transfer musim panas 2026 dengan mahar 10 juta euro (Rp205,7 miliar), menggantikan kekosongan di lini depan pasca kepergian Robert Lewandowski. Pemain berusia 29 tahun itu menandatangani kontrak setelah klub Catalan gagal mendatangkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid, yang menetapkan klausul pelepasan senilai 500 juta euro. Pelatih Hansi Flick mengaku kaget sekaligus senang atas keberhasilan ini, memuji kerja keras Direktur Olahraga Deco yang mampu mengamankan Jesus dengan harga jauh di bawah pasar. Jesus, yang mencatatkan 95 gol dan 45 assist dalam 236 penampilan bersama Manchester City, lalu 32 gol dan 22 assist dalam 123 laga bersama Arsenal, diharapkan menjadi tulang punggung serangan Blaugrana di Liga Spanyol 2026-2027.
Flick secara terbuka menyatakan kepuasannya terhadap gaya bermain Jesus yang dinilai sangat selaras dengan filosofi permainan Barcelona. “Saya sedikit kaget ketika kami punya kesempatan untuk mendatangkannya. Saya benar-benar menyukainya, menyukai gaya bermainnya. Dia cocok dengan kami,” ujar pelatih asal Jerman itu, seperti dikutip dari Goal International. Ia menambahkan, Jesus bisa menjadi pemain kunci bagi tim di musim mendatang, dan berterima kasih kepada Deco atas keberhasilannya dalam negosiasi.
Sementara itu, upaya Barcelona untuk merekrut Julian Alvarez berakhir dengan kegagalan setelah Atletico Madrid menolak semua tawaran di bawah klausul pelepasan senilai 500 juta euro. Meski menjadi target utama selama bursa transfer, klub asal Madrid itu tidak mau melepaskan bomber Argentina itu dengan harga diskon, memaksa Barcelona beralih ke opsi lain yang lebih realistis. Dengan kehadiran Jesus, Blaugrana kini memiliki striker berpengalaman di level tertinggi, yang telah membuktikan konsistensi di Premier League dan Liga Champions.
Gabriel Jesus diharapkan segera beradaptasi dengan ritme La Liga, mengingat ia sudah terbiasa bermain di sistem pressing tinggi ala Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Dengan kehadirannya, Barcelona kembali menunjukkan kemampuan strategis dalam membangun tim meski dengan anggaran terbatas, sekaligus menutup celah besar yang ditinggalkan Lewandowski.















