Sumbawanews.com,- Delapan tahun setelah mencatat sejarah sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dengan raihan 31 emas—rekor terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut—kontingen Merah Putih kembali bersiap menghadapi tantangan berat di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang yang berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober 2026 itu menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk bangkit setelah finis di posisi ke-13 pada edisi Hangzhou 2022, dengan tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu.
Pada Asian Games 2022, empat emas awalnya diraih dari cabang menembak, angkat besi, panjat tebing, dan BMX Racing, sebelum tiga emas tambahan menyusul di hari-hari terakhir. Capaian itu masih jauh dari performa gemilang 2018, ketika Indonesia menempati peringkat empat klasemen medali dengan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Kini, dengan target minimal empat emas di Aichi-Nagoya, pemerintah dan KOI menetapkan ambisi yang lebih rendah dibanding hasil akhir 2022, sekaligus menjadi indikasi betapa sulitnya mempertahankan momentum kejayaan tanpa keuntungan menjadi tuan rumah.
Kontingen Indonesia akan diperkuat 432 atlet yang akan bertanding di 35 cabang olahraga, didampingi 148 pelatih dan official. Target empat emas bukan hanya ukuran keberhasilan, tetapi juga batu uji ketahanan dan strategi pemulihan atletik nasional di tengah persaingan ketat Asia. Jika tercapai, ini akan menjadi titik balik menuju pemulihan peringkat, sekaligus membuka pintu untuk melampaui target—sebagaimana yang pernah terjadi di Hangzhou, ketika raihan awal empat emas berubah menjadi tujuh di penghujung laga.















