Sumbawanews.com,- Pada batas waktu bursa transfer 1 September 2026, Everton gagal merekrut striker Folarin Balogun dari AS Monaco setelah pemain asal Amerika Serikat itu berubah pikiran di menit-menit terakhir. Upaya klub asal Merseyside untuk menggantikan kebutuhan lini depan dengan meminang Balogun senilai 40 juta poundsterling runtuh, seiring penolakan Manchester United terhadap tawaran peminjaman Joshua Zirkzee dan pembatalan kesepakatan Chelsea untuk merekrut Lamine Camara dari AS Monaco. Semua transaksi yang saling terkait—Balogun ke Everton, Camara ke Chelsea, dan Zirkzee ke Everton—gagal terealisasi dalam drama transfer yang berlangsung hingga detik-detik terakhir.
Everton sempat yakin kesepakatan dengan Balogun sudah hampir final, setelah pemain tersebut tiba di Inggris untuk menjalani tes medis dan menyerahkan dokumen resmi. Namun, di tengah proses administrasi, Balogun membatalkan keputusannya tanpa alasan resmi yang diungkapkan publik. Paralel dengan itu, AS Monaco yang awalnya menyetujui penjualan Camara ke Chelsea senilai 47 juta poundsterling, menarik diri dari kesepakatan setelah kegagalan transfer Balogun. Sementara itu, Manchester United menolak mentah-mentah tawaran pinjaman dari Everton untuk Joshua Zirkzee, yang sebelumnya menjadi opsi cadangan jika Balogun gagal bergabung.
Kegagalan ini membuat Everton tetap tanpa striker baru di musim ini, sementara AS Monaco kehilangan dua sumber pendapatan besar yang diharapkan bisa menopang keuangan klub. Balogun, yang menjadi sorotan setelah performanya di Piala Dunia 2026, kini kembali ke Monaco tanpa kepastian masa depan. Zirkzee tetap bertahan di Manchester United, dan Camara tidak bergabung dengan Chelsea. Dalam satu hari, empat klub, tiga pemain, dan lima kesepakatan potensial lenyap tanpa jejak—menjadi salah satu deadline day paling kacau dalam sejarah bursa transfer Eropa.















