Sumbawanews.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya muncul di depan media setelah berminggu-minggu menghindar dari tekanan publik, namun bukan dengan penjelasan serius—melainkan candaan tentang kebotakan. Saat diinterogasi wartawan Sky News, James Matthews, soal tudingan mengkhianati sepak bola dan alasan tak mundur dari jabatannya, Infantino justru menanggapi: “Rambutmu bagus, terima kasih banyak. Sampai jumpa di tukang cukur.” Respons itu merujuk pada kondisi kepala keduanya yang sama-sama botak, mengalihkan fokus dari skandal besar yang mengguncang FIFA.
Insiden ini terjadi di tengah gelombang kecaman global yang belum reda setelah rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta dibongkar The Times pada pertengahan tahun ini. Laporan itu mengungkap rencana pembentukan perusahaan senilai 15 miliar poundsterling, dengan Infantino diduga akan menjabat komisioner setelah masa jabatannya berakhir pada 2031—posisi yang diperkirakan membawanya mendapat gaji lebih dari 50 juta dolar AS per tahun. Meski rencana itu akhirnya dibatalkan pada Juli lalu akibat protes luas, termasuk pemberontakan internal di tubuh FIFA, tekanan terhadap Infantino justru membesar.
UEFA dan CONCACAF secara terbuka menuntutnya mundur. Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Hussein, bahkan menuduhnya melakukan pemerasan. Dengan bergabungnya Yordania, total 91 asosiasi anggota FIFA kini menentangnya—hanya lima suara lagi dari jumlah minimum 106 yang dibutuhkan untuk menjatuhkannya dari kursi presiden. Kecaman juga datang dari legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, yang dalam kolom terbukanya menyebut rencana penjualan Piala Dunia itu sebagai “perilaku paling rendah” yang pernah ia saksikan dalam sejarah sepak bola.















