Sumbawanews.com,- Alex Lanier menjadi tunggal putra pertama Prancis yang menjuarai Kejuaraan Dunia BWF setelah menghancurkan Kodai Naraoka dari Jepang dengan skor 21-11, 21-11 dalam final di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, pada Minggu (28/6). Kemenangan ini sekaligus menutup hari bersejarah bagi bulutangkis Prancis, setelah pasangan ganda campuran Thom Gicquel/Delphine Delrue lebih dulu menjadi juara dengan mengalahkan unggulan pertama dunia asal Tiongkok, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Lanier, yang berusia 21 tahun dan menempati peringkat 10 dunia, menyebut kemenangannya sebagai momen bagi seluruh staf dan atlet Prancis, sekaligus memperkuat kebanggaan nasional setelah ganda campuran sukses merebut gelar pertama dalam sejarah Kejuaraan Dunia BWF sejak 1977.
Lanier mengaku datang ke final dengan kepercayaan diri penuh, siap menghadapi gaya permainan apa pun dari Naraoka. “Saya menunjukkan kepada Kodai bahwa saya mampu bermain dengan kecepatan tinggi, dan juga sanggup bermain dalam durasi panjang, bahkan hingga dua jam atau lebih,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meski merasa pegal dan lelah setelah laga, di lapangan ia justru merasa lebih bertenaga dan percaya penuh pada kondisi fisiknya. Kemenangan ini tidak hanya mengukir sejarah individu, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan bulutangkis Prancis di panggung dunia.
Gicquel/Delrue, yang lebih dulu menyegel gelar juara, menjadi pasangan ganda campuran Prancis pertama yang menang di Kejuaraan Dunia BWF sejak turnamen ini dimulai pada 1977. Dengan dua emas dalam satu hari, Prancis mencatatkan pencapaian terbesar dalam sejarah bulutangkisnya di ajang dunia. Lanier menyebut kemenangannya sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan rekan-rekannya: “Saya berpikir bahwa saya harus memberikan mereka alasan untuk tersenyum dua kali—momen istimewa dari ganda, dan mencetak sejarah lagi.”















