Sumbawanews.com,- Setelah gantung sepatu pada 2023, Zlatan Ibrahimovic tetap menjadi pusat perhatian—bukan karena performa di lapangan, tapi karena keberanian dan kejujuran yang tak pernah pudar. Di usia 44 tahun, legenda sepak bola Swedia itu kini berperan sebagai penasihat AC Milan dan pundit di Piala Dunia 2026, sambil tetap menyampaikan pandangan tajamnya dengan gaya khas: percaya diri, tanpa filter, dan penuh karakter. “Siapa yang tidak menyukai Zlatan? Zlatan adalah sosok untuk semua orang,” ujarnya dilansir Tribuna, menanggapi pertanyaan tentang popularitasnya yang tak terbantahkan.
Ibrahimovic menegaskan bahwa ia tidak pernah bermain atau berbicara demi pencitraan. “Aku menjadi diriku sendiri, walau sejujurnya saat ini aku lebih memilih untuk tidak menjadi pusat perhatian,” katanya. Meski mengaku ingin lebih tenang, kehadirannya tetap memancarkan aura ikonik—baik saat mengomentari tim-tim yang tersingkir di Piala Dunia 2026, maupun saat membandingkan nilai transfer pemain muda seperti Lamine Yamal dengan Rogers.
Di rumah, ia memilih jadi ayah yang melepaskan, bukan mengatur. Dua putranya yang kini berkarier di sepak bola, ia biarkan menemukan jalannya sendiri. “Aku mencoba menjalani hidup melalui mereka, tanpa memaksakan kehendak. Mereka bermain karena mereka memang menginginkannya,” ujarnya. Bagi Ibrahimovic, kebahagiaan orang-orang terdekat adalah ukuran kesuksesan sejati. “Jika mereka bahagia, maka aku pun bahagia.”
Di balik sesumbar dan candaannya, ia menyimpan komitmen mendalam terhadap generasi muda. “Semuanya tentang generasi mendatang. Merekalah wajah dari segalanya. Jika aku bisa memberikan dampak positif bagi mereka, aku akan melakukannya.” Dengan koleksi lima Scudetto, satu LaLiga, dan empat gelar Ligue 1, Ibrahimovic bukan hanya legenda—ia adalah mentor yang tak pernah benar-benar pergi.















