Sumbawanews.com,- Trent Alexander-Arnold, bek legendaris Liverpool yang pindah ke Real Madrid pada 2025, mengaku sedih karena masih menjadi sasaran hujatan dari para penggemar The Reds, bahkan setelah dua tahun meninggalkan Anfield. Pemain asli Merseyside ini, yang tumbuh di akademi Liverpool dan membawa tim juara Liga Inggris 2024/2025, menghadapi kecaman keras saat kembali ke stadion kebanggaannya pada November 2025, saat Real Madrid bertandang dalam laga Liga Champions. Hujatan tak hanya terjadi di tribun, tetapi juga meluas ke media sosial, dengan banyak pesan pribadi berisi ancaman dan pelecehan yang ia terima.
Alexander-Arnold, yang kini berusia 27 tahun, mengakui bahwa kekecewaan fans terasa menyakitkan, mengingat ia telah menghabiskan dua dekade hidupnya untuk klub tersebut. “Ini menyakitkan karena betapa banyak yang telah saya berikan kepada klub selama 20 tahun dan pengorbanan yang saya lakukan,” ujarnya dalam wawancara dengan Daily Mirror. Ia menekankan bahwa meski merasa terluka, ia mampu membedakan antara emosi sebagian fans dengan nilai-nilai klub dan kota asalnya, Liverpool. “Saya memilih menjauhkan hal-hal itu dari saya karena mereka tidak terasa nyata. Itu tidak mewakili LFC, dan tidak mewakili kota yang saya cintai.”
Kepindahannya ke Real Madrid, klub raksasa Spanyol yang menawarkan kontrak besar, memang dianggap sebagian suporter sebagai pengkhianatan—terutama karena ia adalah produk akademi The Reds yang sukses menembus tim utama dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di era Jürgen Klopp. Namun, Alexander-Arnold tetap menegaskan bahwa keputusannya lahir dari pertimbangan karier, bukan pengkhianatan terhadap cinta masa kecilnya. Di tengah semua kontroversi, ia memilih fokus pada perannya di Real Madrid, sambil tetap menyimpan rasa hormat mendalam pada masa lalunya di Anfield.















