Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban jiwa akibat gempa di Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 91 orang per 23 Agustus 2026, dengan 4 korban tambahan dibanding hari sebelumnya. Sebanyak 40 korban berjenis kelamin laki-laki, 48 perempuan, dan tiga lainnya masih dalam proses identifikasi. Sebagian besar korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sementara sisanya meninggal karena dampak tidak langsung.
Rincian korban berdasarkan usia menunjukkan 39 orang lansia, 35 dewasa, 12 anak dan remaja, 4 batita, serta 1 balita. Korban luka-luka mencapai 1.286 orang. Gempa susulan tercatat sebanyak 5.688 kali sejak awal kejadian, dengan 130 gempa dirasakan masyarakat pada hari yang sama. Magnitudonya berkisar dari 1,1 hingga 6,2.
Daerah dengan korban paling tinggi adalah Manggarai dengan 32 jiwa, diikuti Manggarai Timur sebanyak 31 jiwa. Nagekeo menjadi daerah ketiga terbanyak dengan 14 korban, sedangkan Sikka 6 jiwa, Ngada 5 jiwa, Ende 2 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa. Rangkaian gempa susulan masih menunjukkan pola yang kompleks dan belum stabil.















