Sumbawanews.com,- Laga playoff AFC Champions League 2 antara Persib Bandung dan Manila Digger, yang semula dijadwalkan berlangsung di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 31 Agustus 2026, resmi dipindahkan ke Stadion Si Jalak Harupat. Keputusan ini diambil karena kondisi lapangan GBLA dinilai tidak layak untuk pertandingan resmi, dengan sebagian rumput terkelupas dan tanah terbuka luas. Pertandingan akan berlangsung tanpa penonton, menyusul sanksi yang masih berlaku terhadap Persib.
Gelandang Persib, Marc Klok, mengaku sedih harus meninggalkan kandang sendiri, tetapi menerima keputusan itu sebagai solusi terbaik. “Sedikit sedih kenapa tidak bermain di GBLA, karena ini adalah stadion kita, bukan (Si Jalak) Harupat. Tapi kalau itu solusinya, kita terima, kita main. Tidak mengeluh, dan gas,” ujarnya, dikutip dari detikJabar. Kondisi lapangan GBLA yang memprihatinkan juga menjadi sorotan luas di media sosial, di mana foto-foto tanah kosong dan rumput rusak beredar viral di kalangan Bobotoh.
Pelatih Persib, Igor Tolic, secara terbuka mengkritik kondisi lapangan, baik di GBLA maupun lapangan latihan pendampingnya. “Sekarang kita di sini, lapangannya seperti ini, jadi kita perlu melihat di mana kita akan bermain ACL dan kapan kita akan bermain di liga. Karena lapangan ini tidak layak pakai,” tegasnya. Ia menambahkan, “Ambil foto lapangan ini dan Anda akan melihat semuanya. Anda cukup memasang foto lapangan dan semuanya sudah jelas.”
Masalah ini bukan hal baru bagi Persib. Sejak musim lalu, klub telah kesulitan mencari vendor yang mampu memperbaiki kondisi lapangan secara permanen, dan kini masalah serupa kembali muncul menjelang kompetisi baru. Sementara itu, laga Persib vs Manila Digger tetap tercatat di jadwal resmi AFC sebagai pertandingan di Si Jalak Harupat, dengan status tanpa penonton.















