Sumbawanews.com,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkirakan kerugian akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur mencapai Rp22 triliun. Angka ini mencakup kerusakan infrastruktur, rumah tinggal, fasilitas publik, dan dampak ekonomi bagi masyarakat yang terdampak langsung. BAZNAS menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mempercepat pemulihan bagi mustahik—kelompok masyarakat paling rentan yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Upaya bantuan akan difokuskan pada penyediaan kebutuhan dasar, rekonstruksi rumah layak, dan pemulihan ekonomi mikro agar masyarakat bisa kembali bangkit secara berkelanjutan.
Data dari BAZNAS menunjukkan bahwa sebagian besar kerusakan terpusat di wilayah Flores dan sekitarnya, di mana ribuan rumah rusak berat dan puluhan fasilitas pendidikan serta kesehatan tidak dapat beroperasi. Pendekatan pemulihan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dirancang untuk membangun ketahanan jangka panjang terhadap bencana di masa depan. BAZNAS bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan lainnya untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan transparan.















