Sumbawanews.com,- Rodri memutuskan bergabung ke Barcelona setelah awalnya menjadi target utama Real Madrid, sebuah keputusan yang memicu respons tajam dari pelatih Jose Mourinho. Meski Madrid awalnya aktif mendekati gelandang bertahan berkelas dunia itu, keputusan Rodri untuk memilih Barca—dengan transfer yang melibatkan dana lebih besar—dianggap Mourinho sebagai indikasi keraguan, bukan kemenangan bagi klub Catalan. Mourinho menegaskan bahwa Real Madrid tetap memiliki skuad kuat dan solusi internal, serta menolak mentah-mentah narasi bahwa kehilangan Rodri berarti kekalahan dalam persaingan.
“Rodri punya keraguan, saya pun jadi ragu. Tapi Real Madrid adalah klub besar, dan tidak seharusnya pemain datang ke sini dengan memikir dua kali,” ujar Mourinho, merujuk pada proses negosiasi yang dinilainya tidak tegas dari sisi pemain. Ia menekankan bahwa timnya tidak bergantung pada satu nama, karena ia percaya pada kemampuan mengembangkan pemain yang sudah ada. “Saya punya kemampuan untuk mengembangkan pemain yang suatu hari bisa jadi pembeda.”
Ketika ditanya apakah keberhasilan Barcelona merekrut Rodri berarti mereka menang atas Madrid, Mourinho memberi jawaban tegas: “Kemenangan buat Barcelona? Kemenangan itu didapat di lapangan dengan poin dan trofi.” Pernyataan itu bukan sekadar pembelaan, tapi refleksi filosofi Mourinho yang selalu menempatkan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan, bukan transfer atau opini media.
Rodri, yang dikenal sebagai tiang penyangga lini tengah dengan kemampuan membaca permainan, mengalirkan bola, dan menutup ruang serang, dianggap sebagai tambahan strategis bagi Barca. Sementara itu, Madrid tetap mempertahankan keyakinan bahwa struktur tim mereka—meski kehilangan satu nama besar—masih mampu bersaing di semua ajang. Persaingan antara dua raksasa Spanyol ini, kini, bukan lagi soal siapa yang merekrut lebih baik, tapi siapa yang bisa membuktikan diri di atas rumput hijau.















