Sumbawanews.com,- Manchester United memasuki musim 2025-26 dengan stabilitas yang belum terasa sejak era Sir Alex Ferguson, setelah melonjak 12 peringkat di Premier League dari musim sebelumnya. Di bawah kepemimpinan sementara Michael Carrick, klub meraih 12 kemenangan dari 17 pertandingan, mengantarkan mereka finis di peringkat tiga dan kembali ke Liga Champions. Carrick kemudian ditunjuk sebagai manajer permanen, dengan target jangka panjang: meraih gelar Premier League pada atau sebelum musim 2027-28, bertepatan dengan perayaan 150 tahun keberadaan klub.
Carrick membangun fondasi baru dengan kembali menggunakan formasi 4-2-3-1, yang membawa United meraih 19 poin dari 21 yang tersedia dalam tujuh laga pertamanya sebagai pelatih interim. Pendekatan yang lebih sederhana dan konsisten ini berhasil menggantikan kekacauan di masa kepelatihan Ruben Amorim. Kembalinya United ke papan atas menjadi pencapaian terbaik mereka dalam tiga tahun terakhir, dan hanya kelima kalinya sejak Ferguson pensiun mereka finis di tiga besar.
Untuk mempertahankan momentum, manajemen fokus pada penguatan lini tengah pasca kepergian Casemiro. United merekrut Andrey Santos dan Youri Tielemans, sambil menyiapkan Carlos Baleba dari Brighton dengan estimasi transfer sekitar £60 juta—jauh di bawah valuasi sebelumnya. Cristian Orozco dari Fortaleza juga bergabung, meski kemungkinan belum langsung menjadi pilihan utama. Di posisi kiper, Karl Darlow kini menjadi pelapis Senne Lammens setelah Altay Bayindir dipinjamkan ke Celta Vigo.
Marcus Rashford, yang kembali ke lapangan setelah lebih dari 18 bulan absen, dianggap sebagai aset tak terduga yang bisa memberi dampak besar. Sementara itu, Project 150—ambisi besar klub untuk kembali menjadi juara liga pada 150 tahun usianya—menjadi kompas strategis. Dengan jadwal yang semakin padat akibat partisipasi di Liga Champions, kedalaman skuad dan konsistensi performa menjadi kunci utama. United belum siap mengejar gelar musim ini, tetapi mempertahankan posisi di papan atas adalah langkah logis sebelum melangkah lebih jauh.
Dengan struktur tim yang mulai stabil, rekrutmen yang terukur, dan visi jangka panjang yang jelas, Manchester United kini tidak lagi sekadar bangkit—mereka sedang membangun kembali identitasnya.















