Home Berita Olah Raga Barcelona Buru Tiga Gelar Beruntun, Mourinho Balas Dendam di Real Madrid

Barcelona Buru Tiga Gelar Beruntun, Mourinho Balas Dendam di Real Madrid

Sumbawanews.com,- Barcelona memulai musim 2026-27 dengan ambisi besar: mempertahankan gelar La Liga dan menjadi tim pertama sejak era Pep Guardiola yang meraih tiga juara berturut-turut. Di bawah arahan Hansi Flick, Blaugrana unggul 14 poin atas Real Madrid dengan tiga laga tersisa, usai menang 2-0 dalam laga El Clásico yang menentukan. Sementara itu, Real Madrid kembali dipimpin Jose Mourinho, yang kembali ke Santiago Bernabéu dengan misi mengakhiri dominasi Barcelona dan merebut kembali tahta Spanyol.

Ambisi Barcelona tidak terbatas pada domestik. Klub asal Katalonia itu berjuang untuk kembali ke puncak Eropa setelah 11 tahun tanpa menembus final Liga Champions — terakhir kali mereka meraih trofi benua itu pada 2015. Meski telah mencapai perempat final dalam tiga edisi terakhir, kegagalan dramatis di semifinal 2019 saat dikalahkan Liverpool masih menjadi motivasi terselubung. Flick pun dihadapkan pada tekanan untuk membawa timnya kembali menjadi kekuatan Eropa, menghadapi tantangan dari Bayern Munich, Real Madrid, dan klub elite lainnya.

Di lini tengah, kehadiran Rodri dari Manchester City menjadi penguat utama setelah cedera Frenkie de Jong menggoyang keseimbangan tim. Gelandang berusia 28 tahun itu diharapkan memberikan kontrol permainan, ketenangan, dan daya tahan yang dibutuhkan dalam duel panjang musim ini. Di depan, Barcelona memperkuat serangan dengan mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle, yang diproyeksikan mengisi posisi penyerang tengah jika transfer Julian Alvarez gagal terwujud. Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund juga ditambahkan sebagai opsi kecepatan, sementara remaja 18 tahun Jesse Bisiwu dipersiapkan untuk perkembangan jangka panjang.

Dengan skuad yang semakin solid, Barcelona berdiri di ambang era baru — bukan hanya sebagai juara domestik, tetapi sebagai kandidat utama untuk kembali menguasai Eropa. Sementara itu, kebangkitan Real Madrid di bawah Mourinho menjadikan persaingan La Liga musim ini sebagai duel ideologis: antara stabilitas dan kejeniusan taktis, antara masa depan dan masa lalu yang tak ingin dilupakan.

Previous articleMessi Cetak Gol, Inter Miami Dipaksa Imbang 2-2 oleh Philadelphia Union
Next articleTimnas Indonesia Siap Revisi Skuad untuk FIFA ASEAN Cup 2026, Ridho dan Nadeo Terancam Out