Sumbawanews.com,- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama jaringan TelkomGroup terus mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi dan digital pasca gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa menyebabkan gangguan pada infrastruktur telekomunikasi, termasuk 50 persen dari 735 base transceiver station (BTS) Telkomsel yang sempat terganggu, serta dampak pada layanan fixed broadband IndiHome dan jaringan backbone. Hingga Ahad, 16 Agustus 2026, 85 persen BTS telah kembali beroperasi, sementara 98,3 persen pelanggan IndiHome—sebanyak 16.788 dari 17.062 pelanggan—telah terlayani kembali. Pemulihan dilakukan secara bertahap di wilayah terdampak seperti Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada, dengan prioritas pada keselamatan personel dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Tim teknis TelkomGroup yang terdiri dari 300 orang bergerak di lapangan untuk melakukan asesmen, perbaikan jaringan, dan pemulihan infrastruktur pendukung, berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, BNPB, BPI Danantara, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta mitra dan relawan. Jaringan backbone tetap berfungsi berkat jalur cadangan, meski sejumlah serat optik darat dan laut putus menyebabkan penurunan kapasitas di beberapa titik. Untuk menjaga keberlangsungan layanan, TelkomGroup mengoptimalkan penggunaan genset bergerak dan tetap di seluruh area terdampak sambil menunggu normalisasi pasokan listrik. Dalam waktu kurang dari 24 jam, 400 BTS dan 2.600 pelanggan IndiHome yang terdampak telah dipulihkan.
Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, Telkomsel menyediakan Paket Darurat dengan kuota 3GB, 100 SMS, dan 300 menit telepon senilai Rp1, berlaku tujuh hari, yang dapat diaktifkan melalui kode 88820#. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa konektivitas menjadi tulang punggung respons bencana, sehingga seluruh upaya pemulihan tetap mengutamakan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. “Kami akan terus berada di tengah masyarakat dan melakukan yang terbaik agar mereka dapat tetap terhubung dan kembali mendapatkan layanan konektivitas yang optimal,” ujar Dian dalam Rapat Koordinasi Penanganan Gempa di Labuan Bajo, Ahad, 16 Agustus 2026.
TelkomGroup menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak gempa di NTT. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui Hotline Tanggap Bencana TelkomGroup di 0800-111-9000 (bebas pulsa, 24 jam) atau melalui Media & Crisis Center di [email protected] dan kanal media sosial resmi.















