Sumbawanews.com,- Jelang kick-off kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/27, Persib Bandung resmi terbebas dari sanksi FIFA Registration Ban setelah menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada mantan pelatih Robert Rene Alberts. Sanksi yang sempat diberlakukan pada 10 Agustus 2026, hanya dua minggu sebelum liga dimulai, dicabut permanen oleh FIFA pada 11 Agustus 2026, setelah PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) membayar sesuai keputusan hukum yang berlaku. Namun, meski Maung Bandung sudah bebas, sejumlah klub lain masih tercatat dalam daftar embargo FIFA, termasuk PSM Makassar di kasta tertinggi dan PSBS Biak di level Championship.
PSM Makassar masih menghadapi dua sanksi FIFA Registration Ban, masing-masing dengan durasi tiga periode embargo, yang menghambat pendaftaran pemain baru untuk kompetisi resmi. Di level kedua, PSBS Biak menjadi klub dengan sanksi terbanyak, tercatat memiliki 13 embargo FIFA, akibat tunggakan yang belum terselesaikan sejak terdegradasi dari BRI Super League. Selain itu, Sriwijaya FC, Kalteng Putra, dan Persiwa Wamena juga masih terdaftar dengan satu sanksi masing-masing, menandakan bahwa masalah tata kelola keuangan klub masih menjadi tantangan struktural di sepak bola Indonesia.
Klub-klub yang masih terkena embargo wajib menyelesaikan kewajiban finansial sesuai putusan resmi jika ingin kembali bisa mendaftarkan pemain baru. Dengan kompetisi segera bergulir, tekanan semakin meningkat bagi manajemen klub untuk segera menuntaskan persoalan agar tidak mengganggu kesiapan tim menjelang laga pembuka.















