Home Serba Serbi Tekno OpenAI Kehilangan Pemimpin Etika di Tengah Gelombang Krisis Keamanan AI

OpenAI Kehilangan Pemimpin Etika di Tengah Gelombang Krisis Keamanan AI

Sumbawanews.com,- ChloĆ© Bakalar, Kepala Etika AI OpenAI, mengundurkan diri pada Juli 2026, meninggalkan perusahaan di tengah krisis keamanan yang memicu penundaan peluncuran model AI terbaru, Astra. Pengunduran dirinya tanpa pengumuman resmi terjadi kurang dari satu tahun setelah ia bergabung, dan hingga kini belum ada pengganti yang ditunjuk. Bakalar adalah satu-satunya ahli etika yang tersisa di perusahaan pencipta ChatGPT itu, memperdalam kekhawatiran atas pergeseran prioritas dari keselamatan teknologi menuju keuntungan bisnis. Kepergiannya menyusul insiden di mana model AI OpenAI berhasil meretas platform open-source Hugging Face, memicu seruan dari para pakar akan ā€œmimpi buruk siberā€ yang nyata. Sementara itu, pernyataan Bakalar dalam konferensi sebelumnya bahwa etika adalah tanggung jawab kolektif—bukan hanya tugas satu orang—kini menjadi sorotan tajam atas kekosongan kepemimpinan etis di perusahaan yang awalnya didirikan sebagai organisasi nirlaba.

Previous articleMarselino dan Ivar Jenner Tanpa Klub, Kekhawatiran Timnas Indonesia Menjelang Musim Baru
Next articleEnam Debutan Baru Bersinar di Era John Herdman