Home Serba Serbi Tekno Bahaya Power Bank di Pesawat: Insiden Terbakar Picu Peringatan Global

Bahaya Power Bank di Pesawat: Insiden Terbakar Picu Peringatan Global

Sumbawanews.com,- Sebuah insiden kebakaran di pesawat pada Juni 2025 memicu peringatan keras terkait penggunaan power bank selama penerbangan. Jurnalis teknologi Ben Wodecki menyaksikan awak pesawat panik saat sebuah power bank mengalami overheating hingga terbakar, merusak kursi di sekitarnya. Kejadian ini memperkuat kekhawatiran global terhadap risiko baterai litium-ion yang kini menjadi ancaman utama di industri penerbangan.

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA), baterai litium-ion telah menjadi sumber risiko terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mencatat 51 insiden terkonfirmasi hingga 15 Juli 2026, sementara studi AS menunjukkan insiden serupa terjadi setiap minggu di seluruh dunia. Pada Januari 2025, pesawat Air Busan mengalami kerusakan parah di Bandara Gimhae, Korea Selatan, akibat power bank yang tertinggal di bagasi kabin.

Pierre Kubiak, insinyur spesialis baterai dari National Physical Laboratory, menjelaskan bahwa yang terbakar bukan litiumnya, melainkan material dan plastik di dalam perangkat, dengan suhu mencapai 700–1.000 derajat Celsius. Insiden sering dipicu oleh perangkat murah berkualitas rendah seperti power bank, vape, atau jam tangan pintar, terutama saat digunakan bersama kabel cas tidak sesuai spesifikasi.

Untuk mengurangi risiko, International Air Transport Association (IATA) meluncurkan kampanye global “Travel Smart with Lithium Batteries”. Para penumpang diminta selalu menyimpan perangkat bertenaga litium-ion di kabin, bukan di bagasi, agar awak pesawat dapat segera merespons dengan menyiram air jika terjadi panas berlebih. Hingga kini, belum ada alternatif baterai yang lebih terjangkau daripada litium-ion, meski sodium-ion sudah tersedia namun harganya dua kali lipat lebih mahal.

Kesadaran penumpang dalam mengelola penggunaan perangkat elektronik tetap menjadi kunci utama mencegah bencana di udara.

Previous articleTMMD ke-129 Bukan Sekadar Pembangunan, Semangat Nasionalisme Warga Ikut Dibangun
Next articleBarcelona Belum Siap 100% Hingga Jeda Internasional, Flick Akui Kondisi Pemain Masih Tak Ideal