Sumbawanews.com,- Menjelang laga penting di Stadion Pakansari, Bogor, pada Senin (3/8/2026) malam, kiper naturalisasi Vietnam Patrik Le Giang menegaskan timnya tidak fokus pada satu pemain lawan, meski Mitchell Baker menjadi top skor sementara Piala AFF 2026 dengan empat gol dari dua pertandingan. Le Giang menekankan bahwa Vietnam akan menghadapi Timnas Indonesia secara kolektif, bukan hanya mengejar penyerang berusia 19 tahun yang baru saja menjadi WNI. Pertandingan ini menjadi penentu nasib di Grup A, dengan Indonesia unggul dengan enam poin dari dua laga, sementara Vietnam mengumpulkan empat poin.
Le Giang, yang lahir di Slovakia, menyatakan bahwa meski Baker menjadi sorotan publik, timnya tidak akan mengalihkan perhatian dari sistem permainan dan dinamika keseluruhan tim Indonesia. “Mengenai Mitchell Baker, kami tidak berfokus pada individu tertentu dari tim lawan, tetapi fokus pada tim Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada kecepatan atau ketajaman penyerang, melainkan disiplin taktis dan variasi serangan yang dimiliki tim tuan rumah.
Dengan laga di kandang lawan, Le Giang mengakui adanya tekanan dari atmosfer Stadion Pakansari, termasuk cuaca dan kondisi lapangan. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh pemain Vietnam telah menjalani persiapan matang dan siap menghadapi tantangan itu. “Jelas, kami harus memenangkan pertandingan ini. Meskipun bermain di kandang lawan memiliki sejumlah tantangan, kami tetap harus menunjukkan ketangguhan dan tekad maksimal untuk meraih kemenangan,” katanya.
Bagi Le Giang, mengenakan seragam Timnas Vietnam bukan sekadar pertandingan biasa. “Bagi saya, setiap pertandingan dengan mengenakan jersey Timnas adalah pertandingan besar. Mengenakan seragam yang mewakili negara merupakan kehormatan terbesar bagi seorang pemain sepak bola,” ucapnya. Ia menolak membedakan besarnya tekanan antar laga, karena setiap pertandingan bagi dirinya adalah momen untuk membela kehormatan negara.
Vietnam, yang dibina oleh pelatih Kim Sang-sik, menempatkan organisasi pertahanan dan antisipasi terhadap permainan cepat Indonesia sebagai prioritas utama. Dengan pendekatan ini, mereka berharap bisa mengimbangi keunggulan tuan rumah dan memperbaiki posisi di klasemen Grup A yang semakin ketat.















