Sumbawanews.com,- Steering Committee Piala Presiden 2026 memutuskan tidak menjual tiket kepada penonton untuk dua laga semifinal yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Keputusan ini diambil untuk pertandingan Persib Bandung versus Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya kontra Arema FC, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi konflik antarsuporter. Anggota SC Arya Sinulingga menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada pertimbangan keamanan menyeluruh—mulai dari dalam stadion hingga perjalanan pulang para suporter. Ia menegaskan bahwa selama masih ada kasus rasisme, kekerasan, dan ketiadaan perdamaian antarkelompok, sepak bola Indonesia tidak akan bisa lepas dari krisis keamanan.
Arya Sinulingga, dalam unggahan resminya di Instagram @arya.m.sinulingga pada Minggu, 2 Agustus 2026, menyatakan bahwa keselamatan suporter adalah prioritas utama, meski keputusan ini mungkin tidak populer. “Mungkin Anda tidak suka, tapi keamanan dan keselamatan suporter adalah satu di antara prioritas kami,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa risiko tidak hanya terbatas pada hari pertandingan, tetapi meluas hingga ke jalan dan rumah para pendukung tim. “Jangan lagi ada jatuh korban karena permusuhan di sepak bola,” ujarnya.
Akun resmi Piala Presiden 2026, @officialpialapresiden, telah mengonfirmasi keputusan tersebut dengan pernyataan tegas: “Diberitahukan kepada seluruh suporter bahwa pertandingan Semifinal Piala Presiden 2026 tidak dibuka untuk penjualan tiket penonton.” Panitia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli tiket dari pihak tidak resmi dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi turnamen. Dengan kebijakan ini, penyelenggara berharap dapat menciptakan suasana yang lebih tenang dan terkendali selama fase puncak kompetisi.
Laga semifinal tetap berjalan sesuai jadwal, tanpa kehadiran penonton umum, sementara pihak berwenang memperketat pengawasan di sekitar stadion dan jalur pergerakan tim. Keputusan ini menjadi sorotan nasional, mengingat rivalitas sengit antar klub yang kerap memicu kerusuhan di masa lalu. Dengan fokus pada keamanan sebagai landasan utama, SC Piala Presiden 2026 menunjukkan komitmen serius untuk menghindari tragedi yang pernah terjadi di ajang sepak bola nasional.















