Sumbawanews.com,- Pengamat sepak bola Tommy Welly atau akrab disapa Bung Towel mempertanyakan legalitas lisensi kepelatihan Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta, menyusul sanksi disiplin yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Pertanyaan ini muncul di tengah polemik yang mengiringi pelatih asal Korea Selatan itu, setelah video dan foto yang beredar di media sosial memicu spekulasi tentang pelanggaran etika di luar lapangan. Bung Towel menekankan bahwa meskipun sanksi KFA bersifat internal, konsekuensi administratifnya—terutama terkait lisensi AFC Pro yang wajib dimiliki pelatih kepala di Liga 1—harus segera diklarifikasi oleh manajemen Persija.
Menurutnya, kode disiplin sepak bola di seluruh dunia pada dasarnya mengacu pada regulasi FIFA, sehingga hukuman yang diberikan di satu negara bisa berdampak pada kelayakan seseorang melatih di negara lain. “Kode disiplin itu universal. Kalau lisensinya ditangguhkan atau dibekukan di Korea, lalu dia tetap melatih di Indonesia, pakai lisensi apa?” ujar Bung Towel, menekankan bahwa regulasi I.League mensyaratkan lisensi AFC Pro untuk pelatih kepala klub top Indonesia. Ia menegaskan, bukan soal apakah Shin Tae-yong layak secara teknis, tapi soal kepatuhan terhadap aturan administratif yang menjadi fondasi integritas kompetisi.
Bung Towel juga meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan rekaman video atau gambar yang beredar. Ia menilai, fokus seharusnya ditempatkan pada proses verifikasi resmi dari pihak Persija dan PSSI terhadap status lisensi Shin Tae-yong. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa pelatih itu mungkin menggunakan lisensi dari konfederasi lain yang tidak terdampak sanksi KFA, namun hal itu harus dibuktikan secara resmi, bukan ditebak.
Persija, sebagai klub yang berkompetisi di kompetisi tertinggi, wajib memastikan seluruh staf teknis memenuhi syarat administratif yang ditetapkan oleh AFC dan PSSI. Jika tidak, risiko sanksi dari otoritas sepak bola nasional bisa mengancam kelangsungan partisipasi klub di kompetisi. Pertanyaan Bung Towel bukan sekadar kritik, tapi seruan untuk transparansi—karena dalam sepak bola modern, legalitas bukan hanya soal skill, tapi juga kepatuhan terhadap aturan.















