Sumbawanews.com,- AS menangguhkan serangan militer terhadap Iran setelah hampir lima bulan kampanye udara berkelanjutan. Jeda ini terjadi menyusul kekhawatiran menipisnya persediaan senjata pertahanan, termasuk pencegat Patriot, serta risiko perang yang meluas di Timur Tengah dan goncangan ekonomi global. Laporan dari media Amerika mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump diperingatkan oleh para jenderalnya bahwa pasokan senjata tidak lagi mencukupi untuk melanjutkan operasi dalam skala besar. Meski sebelumnya Trump mengancam akan meningkatkan intensitas serangan, rencana itu kini ditunda. Iran, di sisi lain, terus bertahan dan bahkan mempercepat pemulihan aset militer yang diserang.















