Sumbawanews.com,- Mohammed Shahabuddin, Presiden Bangladesh, mengundurkan diri pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan alasan kesehatan yang serius. Dalam surat resmi yang disampaikan kepada Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmad, ia menyatakan tidak mampu lagi menjalankan tugas konstitusionalnya. Pengunduran dirinya terjadi di tengah tekanan politik pasca-tumbangnya pemerintahan Sheikh Hasina pada 2024. Sesuai konstitusi, Ahmad akan menjabat sebagai presiden sementara hingga pemilihan presiden baru dilakukan dalam waktu 90 hari.
Shahabuddin, yang berusia 76 tahun, sempat menjalani perawatan medis di Inggris pada Mei 2026, kembali ke Bangladesh pada 18 Mei. Laporan media bahwa ia berbicara melalui telepon dengan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang kini berada di India dibantahnya. “Saya mengalami berbagai masalah kesehatan,” ujarnya, menegaskan tidak ada lagi yang ingin disampaikan terkait keputusannya.
Ia menjabat sebagai presiden ke-22 Bangladesh sejak April 2023, dengan masa jabatan lima tahun yang seharusnya berakhir pada April 2028. Pengunduran dirinya mempercepat proses pergantian kepemimpinan di tengah dominasi Partai Nasionalis Bangladesh di parlemen, yang berpeluang besar mengusung pengganti berikutnya.















