Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kredibilitas ASEAN bergantung pada kemampuannya mewujudkan komitmen menjadi hasil nyata. Dalam Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila, Filipina, pada 21 Juli 2026, ia menekankan bahwa Indonesia mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan tahun ini secara efektif, substantif, dan berlandaskan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982. “Masyarakat kita telah menunggu selama 24 tahun untuk hadirnya aturan di laut. Mereka tidak seharusnya menunggu satu tahun lagi,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Sugiono menambahkan bahwa kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada yang dikuasai oleh kekuatan.
Selain itu, Indonesia juga mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum untuk memperkuat perlindungan warga negara ASEAN di luar negeri, terutama dalam situasi konflik atau darurat. Dalam upaya memperkuat peran ASEAN menjelang peringatan 60 tahun pada 2027, Sugiono menekankan perlunya penguatan mandat dan sumber daya organisasi agar sejalan dengan Visi Komunitas ASEAN 2045. “Dokumennya sudah lengkap. Pekerjaan sesungguhnya baru dimulai,” katanya. Pertemuan tersebut juga mengesahkan sejumlah dokumen penting, termasuk Joint Communiqué dan panduan akses TAC, sambil menerima Turkiye sebagai Mitra Wicara ASEAN.















