Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menyatakan kemungkinan memangkas anggaran TNI dan Polri demi mengalihkan sumber daya guna menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri acara panen raya TNI di Landasan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. “Kita akan hemat anggaran, kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan dan polisi kami kurangi untuk menghilangkan kemiskinan,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo kemudian menanyakan kesiapan jajaran TNI dan Polri jika anggarannya dikurangi. “Rela TNI? Rela polisi? Aku tanya TNI, bukan kau. Rela, ya, anggaran dikurangi? Ikhlas?” tanyanya. Para petinggi militer dan kepolisian yang hadir, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, merespons dengan tertawa dan mengangguk.
Prabowo menegaskan bahwa pertahanan terbaik bukanlah senjata atau anggaran besar, melainkan rakyat yang kuat dan sejahtera. “Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat,” katanya. Pernyataan ini bertolak belakang dengan realitas anggaran 2027 yang sedang dibahas di DPR. Pagu indikatif Kementerian Pertahanan—yang mencakup anggaran TNI—telah diusulkan naik sebesar Rp195 triliun dari Rp139 triliun, sementara Polri mengajukan penambahan anggaran Rp66,1 triliun dari pagu awal Rp118 triliun.















