Sumbawanews.com,- Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) menegaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr tidak mengalami serangan dan tetap beroperasi normal. Pernyataan ini dikeluarkan pada Minggu, 12 Juli 2026, sebagai respons terhadap kabar yang beredar di media sosial menyebut fasilitas nuklir itu menjadi sasaran serangan. AEOI menjamin seluruh unit dan infrastruktur di Bushehr dalam kondisi aman, stabil, dan berjalan sesuai prosedur standar, serta menegaskan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui saluran resmi lembaga.
Ketegangan meningkat setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melepaskan tembakan ke kapal kargo asing di Selat Hormuz pada Kamis, 9 Juli 2026, karena dinilai melanggar rute pelayaran resmi. Menanggapi tindakan itu, Amerika Serikat melakukan serangan udara sepihak yang menargetkan fasilitas radar dan pertahanan udara Iran, termasuk area perimeter luar PLTN Bushehr di Provinsi Bushehr. Sebagai balasan, militer Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, seperti Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Qatar.
Pada hari yang sama, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi semua aktivitas pelayaran internasional, dengan status penutupan berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai campur tangan AS di kawasan itu berakhir.















