Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya soliditas antarlembaga penegak hukum dalam menangani dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Hal ini disampaikan melalui arahan resmi yang direspons oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, yang menyatakan bahwa Presiden menginginkan seluruh institusi bekerja “all out” tanpa konflik sektoral.
Habiburokhman, yang juga Ketua Komisi III DPR, mengungkapkan bahwa telah terjalin komitmen sinergi antara Polri dan Kejaksaan Agung untuk menuntaskan tiga kasus korupsi yang melibatkan Febrie, yakni dugaan korupsi di PT Asabri, PT Krakatau Steel, serta pasokan batu bara yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah daerah. Penetapan Febrie sebagai tersangka terjadi tepat setelah ia mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa pengunduran diri Febrie tidak boleh menghentikan proses hukum yang sedang berjalan. Komisi III, kata Habiburokhman, telah membentuk panitia kerja pengawas untuk memastikan penanganan kasus ini berlangsung transparan dan tuntas. Ia juga menekankan bahwa dugaan korupsi ini bersifat personal, bukan kebijakan institusi, sehingga tidak boleh memicu konfrontasi antarlembaga.
Habiburokhman menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap berjalan tanpa tekanan atau intervensi, demi menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.















