Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer menegaskan tidak akan menekan FIFA untuk mencabut atau menangguhkan hukuman kartu merah yang diterima bek Jarell Quansah, meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sukses menggagalkan skorsing serupa bagi penyerang AS, Florian Balogun. Keputusan itu diambil menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Norwegia, yang rencananya digelar pada 12 Juli.
Quansah menerima kartu merah langsung setelah tekel berbahaya terhadap Jesus Gallardo dalam laga 16 besar melawan Meksiko yang berakhir 3-2 untuk Inggris. Hukumannya kemudian diperberat menjadi dua laga, sehingga ia dipastikan absen di laga melawan Norwegia. Sementara itu, Trump sebelumnya berhasil membujuk FIFA untuk menangguhkan skorsing Balogun, yang memicu kemarahan luas dari otoritas sepak bola dunia termasuk UEFA.
Di sela Konferensi NATO pada Rabu (8/7), Starmer ditanya apakah ia akan mengambil langkah serupa. Ia menjawab tegas bahwa ia belum dan tidak berniat menghubungi FIFA terkait hal itu. “Saya tidak bisa memberi tahu Anda berapa banyak pesan yang saya terima untuk mencabut kartu merah yang kami terima pada Senin. Saya ingin menambahkan, saya belum mencoba melakukan itu,” ujar Starmer, dikutip dari pernyataannya yang dilansir ESPN.
Selain soal Quansah, Starmer juga dihadapkan pada pertanyaan apakah ia akan mengumumkan hari libur nasional jika Inggris memenangkan Piala Dunia—prestasi terakhir yang diraih timnya 60 tahun lalu. Jawabannya jelas: “Saya tidak ingin nge-jinx, tetapi tanyakan lagi kepada saya (pertanyaan itu) jika kami sampai ke final.”














