Sumbawanews.com,- Militer Israel kembali melancarkan serangan udara, artileri, dan operasi penghancuran bangunan di Jalur Gaza pada Kamis (10/7/2026), menewaskan setidaknya 14 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya dalam kurun waktu 24 jam. Serangan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata, dengan target mencakup kamp Nuseirat, Batn as-Sameen di Khan Younis, jalan ramai di Kota Gaza, serta kawasan Al-Tuffah dan timur laut Kamp Al-Bureij. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, delapan orang tewas dan 17 luka-luka dalam periode tersebut, sementara sumber medis di Gaza mengonfirmasi tambahan enam jenazah diterima di Rumah Sakit Nasser. Salah satu serangan menghantam kendaraan bantuan kemanusiaan yang membawa barang dari perlintasan Karem Abu Salem, menewaskan pengemudi Ahmad Nasser Saleem. Organisasi World Central Kitchen mengecam serangan itu dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari Israel. Pasukan Israel juga memperluas zona penyangga di timur Kota Gaza dan menembaki pesisir barat Khan Younis, sementara drone quadcopter dan tank terus menggempur wilayah-wilayah padat penduduk. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan masih ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan dan tidak dapat dijangkau tim penyelamat. Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2023, total korban tewas mencapai 1.084 orang, sementara jumlah keseluruhan korban tewas sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.110 orang.















