Sumbawanews.com,- Prancis akan bertemu Maroko dalam laga perempatfinal Piala Dunia 2026 pada Jumat, 10 Juli 2026, dinihari WIB, setelah tampil dominan sejak fase grup. Eks pemain timnas Prancis Frank Leboeuf menegaskan, kekuatan tim asuhan Didier Deschamps tak terbendung oleh lawan, melainkan justru terancam oleh kesalahan sendiri.
Les Bleus menjadi satu-satunya tim yang meraih kemenangan 100 persen di fase grup, dengan 14 gol dicetak dan hanya dua kali kebobolan dalam lima pertandingan. Dengan rekor produktivitas tertinggi sepanjang turnamen—termasuk 12 assist—Prancis dianggap sebagai kandidat terkuat meraih gelar juara dunia ketiga. Leboeuf, yang pernah memenangi Piala Dunia 1998, menyatakan bahwa keunggulan teknis, mentalitas, dan kedalaman skuad membuat tim ini hampir tak terkalahkan—jika mampu menjaga fokus dan disiplin.
“Sangat mengecewakan jika Prancis tidak juara,” ujar Leboeuf dalam wawancara dengan RMC Sport. “Orang-orang dari Inggris, Amerika, atau negara lain pun mengatakan: ‘Ini mustahil dikalahkan. Mereka terlalu kuat.’ Tapi satu-satunya musuh mereka adalah diri sendiri. Jika terus bermain seperti ini, tak ada yang bisa menyentuh mereka.”
Pertandingan melawan Maroko menjadi ujian nyata apakah Prancis mampu meneruskan performa impresifnya atau justru terjebak dalam tekanan ekspektasi. Dengan Kylian Mbappé dan jajaran bintang lainnya yang konsisten menciptakan peluang, keberhasilan Les Bleus bergantung pada kemampuan mereka mengendalikan emosi dan menghindari kesalahan fatal—bukan pada kekuatan lawan.
Laga ini akan menentukan siapa yang melangkah ke semifinal, di mana Prancis diprediksi akan menghadapi pemenang laga antara Spanyol dan Belgia.















