Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengoperasikan radar cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk mendeteksi secara real-time kondisi awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, dan potensi pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu cuaca ekstrem. Fasilitas mutakhir ini ditempatkan di pesisir selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, wilayah strategis dengan aktivitas ekonomi padat di sektor kelautan, perikanan, transportasi, dan industri. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan, radar ini menjadi tulang punggung sistem peringatan dini bencana dan pendukung utama keselamatan nelayan serta operasi modifikasi cuaca di zona rawan.
Faisal menekankan bahwa data akurat dari radar ini sangat krusial untuk mencegah dampak bencana seperti longsor yang pernah terjadi tahun lalu, sekaligus memperkuat respons terhadap ancaman siklon tropis yang pernah melanda wilayah selatan Indonesia, seperti Seroja, Cempaka, dan Dahlia. Dengan kemampuan deteksi dini bibit siklon tropis, radar Cilacap menjadi benteng pertahanan awal bagi seluruh wilayah selatan Indonesia. Secara nasional, BMKG kini telah mengoperasikan 45 dari 75 radar cuaca yang dibutuhkan untuk mencakup seluruh ruang udara Nusantara, dengan proyek Marine Meteorological System Phase II (MMS-2) menjadi pilar utama penambahan infrastruktur observasi maritim.
Radar S-Band Cilacap adalah salah satu dari lima radar baru yang dibangun melalui MMS-2, bersama dengan empat unit lain di Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta peremajaan satu radar C-Band di Tangerang. Plt. Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG Hartanto menjelaskan, data real-time dari radar ini menjadi pilar utama dalam prakiraan cuaca jangka pendek (nowcasting), terutama bagi sektor kelautan dan perikanan yang bergantung pada kepastian kondisi laut. Pemerintah daerah juga dapat memanfaatkannya untuk mendeteksi dini banjir, hujan lebat, dan angin kencang.
Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyambut positif kehadiran infrastruktur ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ketahanan wilayah. Cilacap, sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah, memiliki keragaman geografis yang kompleks—mulai dari pesisir selatan, pusat industri, pelabuhan, lumbung padi, hingga perbukitan barat—yang membuatnya rentan terhadap dampak perubahan iklim. Keberadaan radar ini, menurutnya, bukan hanya alat pemantau cuaca, tetapi instrumen vital untuk memitigasi bencana hidrometeorologi dan melindungi kehidupan masyarakat di darat maupun laut.















