Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan menuduh Piala Dunia 2026 dimanipulasi untuk memastikan kemenangan Argentina setelah timnya dikalahkan 2-3 dalam laga 16 besar di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Selasa, 7 Juli 2026 malam WIB. Hassan marah besar atas sejumlah keputusan kontroversial wasit Francois Letexier, termasuk dua penalti yang diabaikan dan satu gol Mesir yang dianulir lewat VAR, yang menurutnya mengubah jalannya pertandingan secara tidak adil.
Laga yang awalnya berjalan sesuai harapan Mesir—mengungguli Argentina 2-0 hingga menit ke-79—berubah drastis setelah Lionel Messi membangkitkan semangat timnya, diakhiri gol sundulan Enzo Fernandez yang memastikan kemenangan dramatis bagi La Albiceleste. Hassan, yang langsung meninggalkan stadion setelah pertandingan, menegaskan bahwa hasil itu bukan hasil dari permainan, melainkan “faktor eksternal yang terlalu kuat.” Ia bahkan menyatakan tidak akan menonton pertandingan lain di turnamen ini, menilai sistem keputusan wasit dan VAR telah mengkhianati keadilan sepak bola.
Dalam wawancara dengan ABC, Hassan mempertanyakan integritas proses pengambilan keputusan, terutama setelah ia sendiri menerima kartu kuning karena protes, sementara stafnya justru diusir dengan kartu merah. “Kami seharusnya dapat penalti. Gol kami dianulir tanpa alasan jelas. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi,” ujarnya. Tuduhan ini memperkuat spekulasi luas di kalangan penggemar bahwa tekanan politik atau kepentingan komersial turut memengaruhi jalannya pertandingan besar di ajang global.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Mesir yang sempat mengincar sejarah pertama mereka ke perempat final sejak 2002. Sementara itu, Argentina melangkah ke perempatfinal sebagai satu-satunya wakil Amerika Selatan, memperdalam narasi bahwa keberuntungan dan keputusan wasit menjadi penentu utama di Piala Dunia 2026.















