Home Berita Olah Raga Messi Gagal Penalti Lagi, Apakah Saatnya Serahkan Tugas ke Pemain Lain?

Messi Gagal Penalti Lagi, Apakah Saatnya Serahkan Tugas ke Pemain Lain?

Sumbawanews.com,- Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti saat Argentina menghadapi Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026), memicu debat ulang tentang siapa sebaiknya menjadi eksekutor utama tim Tango. Meski Argentina akhirnya menang 3-2 setelah comeback spektakuler, kegagalan Messi dari titik penalti di menit ke-21 menjadi momen krusial yang memperburuk catatan buruknya dalam eksekusi tendangan penalti belakangan ini.

Dalam laga yang berlangsung dramatis, Mesir unggul 2-0 lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko. Argentina menyamakan kedudukan lewat Cristian Romero, Messi, dan Enzo Fernandez dalam rentang 14 menit terakhir. Namun, peluang awal untuk memperkecil ketertinggalan lenyap ketika Messi—yang menjadi eksekutor andalan sejak dekade lalu—gagal menaklukkan kiper Mostafa Shobeir. Ini adalah penalti ke-150 dalam karier Messi, dengan tingkat keberhasilan hanya 77,3% menurut data Bet365.

Di Piala Dunia 2026 sendiri, Messi telah mengambil delapan penalti tanpa adu penalti—hanya empat yang berhasil masuk. Dua kegagalan beruntun terjadi dalam turnamen ini: pertama saat melawan Austria di fase grup, lalu kembali gagal melawan Mesir. Dalam enam kesempatan penalti terakhirnya di semua kompetisi, ia hanya mencetak tiga gol, dengan tiga lainnya gagal.

Kegagalan ini semakin mempertajam pertanyaan: apakah sudah waktunya pelatih Argentina menyerahkan tugas eksekusi penalti kepada pemain lain yang lebih konsisten? Meski Messi tetap menjadi pemain kunci dan pencetak gol penting—termasuk gol penyama kedudukan di menit ke-89—konsistensi di titik penalti kini menjadi titik lemah yang tak bisa diabaikan.

Argentina melaju ke perempatfinal, tapi masalah eksekusi penalti bisa jadi kunci menentukan nasib mereka di babak selanjutnya.

Previous articleTiga Fitur Google yang Masih Tertunda hingga 2026
Next articlePelatih Mesir Tuduh Piala Dunia 2026 Dimanipulasi demi Kemenangan Argentina