Sumbawanews.com,- Sebanyak 66 persen warga Amerika Serikat meragukan bahwa nota kesepahaman antara AS dan Iran akan membawa dampak signifikan dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah, menurut survei yang dilakukan Focaldata untuk Financial Times pada 26–30 Juni 2026. Survei terhadap 1.795 pemilih AS itu menunjukkan bahwa mayoritas responden justru khawatir kesepakatan itu berpotensi memperburuk ketidakstabilan dan memicu konflik lebih lanjut. Hanya 20 persen yang percaya perjanjian itu akan membawa perdamaian, sementara 44 persen menilai posisi AS melemah setelah perundingan, dan 31 persen berpendapat sebaliknya. Nota kesepahaman itu ditandatangani pada 18 Juni 2026, mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, pencabutan blokade laut AS, pemulihan pelayaran di Selat Hormuz, serta perundingan lanjutan dalam 60 hari untuk menyelesaikan isu nuklir dan sanksi.















