Sumbawanews.com,- Jutaan warga Iran memadati jalan-jalan di Teheran pada 6 Juli 2026 untuk mengantar prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta anggota keluarganya yang tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat pada Februari lalu. Prosesi yang digambarkan media pemerintah Iran sebagai pengerahan massa terbesar dalam sejarah modern negara itu berlangsung di Jalan Azadi, dengan ribuan pelayat berbaris sejak pagi. Pemerintah mengimbau keramaian berjalan tertib untuk menghindari insiden desak-desakan seperti yang terjadi saat pemakaman Ayatollah Khomeini pada 1989. Peti jenazah Khamenei, putrinya, cucu berusia tiga tahun, serta menantu laki-laki dan perempuan dibawa dalam iring-iringan truk melintasi lautan manusia. Di sepanjang rute, para pelayat membawa spanduk merah dan menyuarakan slogan “Ya Latharat al-Khamenei,” mengacu pada tradisi Syiah menuntut pembalasan atas syahidnya pemimpin, sejalan dengan narasi pengorbanan Imam Hussein di Karbala. Jenazah Khamenei rencananya akan diberangkatkan ke Karbala dan Najaf di Irak sebelum dimakamkan di Mashhad, Iran.















