Home Berita Olah Raga Argentina Nyaris Tersingkir, Scaloni: Ini Pertandingan Paling Berbahaya

Argentina Nyaris Tersingkir, Scaloni: Ini Pertandingan Paling Berbahaya

Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni mengakui timnya nyaris tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah dipaksa bertarung selama 120 menit melawan debutan Cape Verde. Pertandingan yang berlangsung di Miami Gardens, Florida, pada Jumat, 3 Juli 2026, berakhir dengan kemenangan 3-2 bagi La Albiceleste, namun perjalanan menuju kemenangan itu penuh tekanan dan ketegangan luar biasa. Scaloni menyebut laga ini sebagai yang paling berbahaya dalam 100 pertandingannya sebagai pelatih tim nasional, sekaligus mengakui kehebatan lawan yang tak bisa diremehkan.

Scaloni tak menyangka Cape Verde mampu bertahan dan menyerang dengan disiplin tinggi, bahkan sempat membalikkan keunggulan Argentina. Ia mengaku tidak pernah merasa aman sepanjang pertandingan, meski timnya menguasai bola sebagian besar waktu. “Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Ketika orang bilang tidak ada lawan mudah, hari ini mereka membuktikannya,” ujar Scaloni, seperti dikutip dari TyC Sports. Ia juga memuji mental juara para pemainnya yang tetap bertahan meski kelelahan dan tekanan psikologis melanda, sebelum akhirnya mampu menuntaskan pertandingan lewat ekstra waktu.

Cape Verde, tim pertama dari Afrika Barat yang lolos ke putaran gugur Piala Dunia sejak 2022, menjadi bukti nyata bahwa era dominasi tim besar di turnamen ini telah berubah. Scaloni menegaskan, anggapan bahwa Argentina berada di “sisi bagan yang lebih ringan” adalah kesalahan besar. “Banyak yang mengatakan kami beruntung di babak ini. Sekarang mereka tahu: tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia,” tegasnya. Ia menambahkan, meski hasil akhir memihak Argentina, ada banyak hal yang perlu diperbaiki—mulai dari konsistensi pertahanan hingga efisiensi serangan.

Kemenangan ini membawa Argentina melangkah ke babak 16 besar, tetapi bukan tanpa luka. Scaloni menutup wawancaranya dengan nada reflektif: “Akan terasa gila jika kami kalah di pertandingan ke-100 saya sebagai pelatih. Tapi begitulah sepak bola—tidak pernah bisa diprediksi.”

Previous articlePersib Bandung Resmi Rekrut Eks Timnas Jepang Gakuto Notsuda untuk Musim 2026/2027
Next articleEmpat Remaja Bersenjata Diamankan Saat Hendak Tawuran di Cengkareng